ngalam
Cari artikel

Wisata

Pantai Wonogoro: Sungai Jernih dan Pasir Berkilau

Pantai Wonogoro di Gedangan punya sungai jernih yang viral, pasir putih campur pasir besi berkilau. Ombak besar, dilarang berenang. Tiket sekitar Rp10.000.

Oleh LexDiperbarui ± 2 menit baca

Senja di Pantai Wonogoro dengan pasir dan ombak
Senja di Pantai Wonogoro dengan pasir dan ombak. Angphotorion (CC0)

Pantai Wonogoro adalah pantai berpasir putih campur pasir besi yang berkilau saat terkena sinar matahari. Di sisi timur ada sungai kecil berair jernih yang bermuara di ujung timur area pantai, dikelilingi pohon kelapa. Aliran sungai ini sempat viral di media sosial tahun 2023 dan menjadi spot memancing favorit.

Pantai ini berada di Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Jangan tertukar dengan Desa Tambakrejo di Sumbermanjing Wetan yang menjadi lokasi Pantai Tamban. Nama desanya mirip: Tumpakrejo versus Tambakrejo.

Garis pantainya landai lebih dari 1 kilometer, dibatasi bukit kecil di kedua tepinya. Batu karang yang memanjang di tepi pantai meredam deburan ombak. Di belakang pantai ada hutan dan pepohonan rimbun sebagai tempat berteduh. Jembatan Sungai Kalibarek di rute menuju pantai menjadi spot foto.

Ombak Besar, Dilarang Berenang

Ombak di Pantai Wonogoro cukup besar sehingga berenang dilarang. Peringatan ini didukung kasus nyata: seorang bocah 8 tahun tewas terseret ombak saat bermain di area muara sungai sekitar 150 meter dari bibir pantai, menurut situs resmi Pemkab Malang. Polisi mengimbau pengunjung tidak berenang di area muara dan mematuhi rambu peringatan.

Sejarah Tambang Pasir Besi

Pantai ini punya sejarah konflik tambang. Koperasi Tambang Indonesia III mengelola tambang pasir besi di kawasan pantai sejak 2012 dan ditentang masyarakat karena khawatir merusak ekosistem. Kawasan ini masuk zona konservasi menurut Perda RTRW. Tambang berhenti akhir 2016. Pantai sempat ditutup 4 tahun oleh kepala desa dan dibuka kembali awal Juli 2017 oleh warga.

Rute Menuju Pantai Wonogoro

Ikuti arah Pantai Balekambang. Di perempatan jalan lintas selatan, belok kanan ke Pantai Kondang Merak, belok kiri ke Nganteb dan Wonogoro, ada petunjuk arah. Dari perempatan sekitar 2,5 kilometer jalan makadam yang naik turun dan terjal, licin dan berlumpur saat musim hujan. Di perempatan kedua, terus ke timur ke Pantai Nganteb atau belok kanan ke Wonogoro.

Di tepi jalan ada area pertambangan pasir besi yang dibatasi pagar tembok. Disarankan memakai motor non-matik.

Tiket Masuk dan Fasilitas

Soal tiket ada perbedaan informasi antar sumber. Sebagian menyebut gratis dan hanya membayar parkir, sebagian besar menyebut sekitar Rp10.000 per orang termasuk situs resmi Kemenparekraf. Siapkan uang tunai secukupnya. Pantai buka 24 jam.

Fasilitasnya cukup tersedia: mushola, toilet, gazebo, warung makan, dan area parkir yang luas. Tetap disarankan membawa bekal.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Pengunjung bisa memancing di sungai jernih sisi timur atau dari bebatuan, berkemah di area pantai yang luas, berburu sunset, menyusuri bibir pantai, dan mendaki bukit untuk panorama dari ketinggian. Bisa juga dilanjutkan ke Pantai Nganteb atau Balekambang.

Bagikan artikel ini

Artikel terkait