Pantai Balekambang Malang: Pura Pulau Ismoyo, Rute, dan Tiket
Pantai Balekambang di Bantur, Malang Selatan, terkenal dengan Pura Amarta Jati di Pulau Ismoyo yang mirip Tanah Lot. Info rute, tiket masuk, dan fasilitas.

Pantai Balekambang adalah pantai paling terkenal di Malang Selatan, sering dijuluki Tanah Lot-nya Jawa Timur. Julukan itu datang dari Pura Amarta Jati yang berdiri di atas Pulau Ismoyo, pulau karang kecil di lepas pantai, dihubungkan jembatan beton dari bibir pantai. Pantai ini berada di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dengan kawasan seluas kurang lebih 10 hektare.
Pura Amarta Jati di Pulau Ismoyo
Pura Amarta Jati dibangun mulai tahun 1983 oleh seorang pemeluk Hindu dari Bali dan selesai sekitar tahun 1985 sampai 1986. Bentuknya banyak dipengaruhi arsitektur candi era Majapahit, berbeda dari pura Bali pada umumnya. Sampai hari ini pura ini adalah tempat ibadah aktif umat Hindu dari Malang Raya dan Bali, terutama untuk ritual Galungan, Kuningan, dan Melasti menjelang Nyepi.
Pengunjung umum boleh memasuki area pura dengan mematuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan masuk bagi perempuan yang sedang haid. Dari pulau ini pengunjung bisa melihat lepas Samudra Hindia dan garis karang Balekambang yang membentang sekitar 2 kilometer.

Tiga Pulau dan Sumur Pitu
Di lepas pantai berjajar tiga pulau karang yang namanya diambil dari tokoh pewayangan Jawa: Pulau Ismoyo, Pulau Anoman, dan Pulau Wisanggeni. Ismoyo adalah nama lain Semar, dan menurut legenda setempat pulau ini adalah tempat pertapaan Semar. Ketiga pulau terhubung dengan pantai dan satu sama lain melalui jembatan, dengan panjang jembatan utama sekitar 70 sampai 100 meter.
Di Pulau Wisanggeni terdapat Sumur Pitu, tujuh sumur alami yang dipercaya warga berkhasiat dan kerap didatangi untuk ritual. Saat air surut, cekungan-cekungan di antara karang datar selebar kurang lebih 200 meter menampakkan ikan-ikan kecil, dan di dekat Wisanggeni ada cekungan tenang mirip laguna yang menjadi tempat favorit bermain air.
Sejarah: dari Babat Alas sampai PD Jasa Yasa
Menurut tradisi setempat, kawasan pantai ini pertama kali dibuka oleh Syaikh Abdul Jalil dari Yogyakarta. Makamnya berada sekitar 1 kilometer sebelum pintu masuk pantai dan ramai diziarahi, terutama pada 1 Syakban dan bulan Suro.
Pantai mulai dikunjungi masyarakat luas pada 1978 setelah Kepala Desa Srigonco, Tukiran, membuka akses jalan. Pada 1983, Balekambang diresmikan sebagai objek wisata oleh Bupati Malang Eddy Slamet dan sekaligus ditetapkan sebagai bumi perkemahan Pramuka Kabupaten Malang. Sejak 1985 pengelolaannya diserahkan kepada Perusahaan Daerah Jasa Yasa, yang mengelolanya hingga kini berdasarkan Perda Kabupaten Malang Nomor 8 Tahun 2006. Pada 2019, kunjungan wisatawan ke pantai ini tercatat 513.264 orang menurut BPS Kabupaten Malang.
Nama Balekambang sendiri, menurut cerita yang beredar, berasal dari kata bale yang berarti tempat dan kambang yang berarti mengambang, merujuk pada pura di atas karang yang tampak terapung di laut. Penjelasan ini bersifat cerita populer, bukan catatan resmi.
Rute dan Transportasi
Jarak Pantai Balekambang sekitar 60 sampai 65 kilometer dari pusat Kota Malang dengan waktu tempuh 2 sampai 2,5 jam. Ada dua rute utama. Pertama, Malang menuju Kepanjen, Pagak, Bantur, lalu Srigonco. Kedua, Malang menuju Gadang, Gondanglegi, Pagelaran, lalu Bantur. Titik yang perlu diwaspadai adalah kawasan Jurang Mayit dengan tanjakan dan tikungan tajam, selebihnya jalan sudah beraspal.
Bagi yang tidak membawa kendaraan, tersedia bus DAMRI KSPN dari Pool DAMRI Malang dan Terminal Hamid Rusdi menuju Balekambang pulang pergi. Dari perempatan jalan lintas selatan di Bantur, pantai tetangga seperti Pantai Kondang Merak dan Pantai Wonogoro juga bisa dijangkau dalam satu perjalanan.
Tiket, Jam Buka, dan Fasilitas
Pantai buka 24 jam setiap hari. Tiket masuk terbaru yang beredar sejak 2025 adalah Rp20.000 per orang, naik dari tarif lama Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 pada akhir pekan. Tarif ini belum diumumkan resmi oleh pengelola, jadi anggap sebagai perkiraan dan siapkan uang lebih. Parkir motor Rp5.000, mobil Rp10.000, dan bus Rp15.000.
Fasilitasnya termasuk yang terlengkap di antara pantai Malang Selatan: area parkir luas, mushola, toilet dan kamar bilas, warung makan, pusat oleh-oleh, pendopo, dan pusat informasi. Di dalam kawasan ada penginapan yang dikelola PD Jasa Yasa, antara lain Hotel Wibisana dan Pondok Bamboo. Area pantai juga terbuka untuk berkemah, sejalan dengan statusnya sebagai bumi perkemahan Pramuka sejak 1983.
Aktivitas dan Upacara
Daya tarik utama tentu menyeberang jembatan ke Pulau Ismoyo dan berfoto dengan latar pura. Pengunjung juga biasa bermain pasir, bermain air di tepian dan cekungan karang saat surut, berkemah, serta berburu matahari terbit dan terbenam.
Setiap menjelang Nyepi, umat Hindu menggelar upacara Melasti di pantai ini, termasuk ritual Jalani Dhipuja dengan melarung Jolen ke laut sekitar tiga hari sebelum Nyepi. Ketua PHDI Kota Malang mengonfirmasi Melasti untuk Nyepi Tahun Baru Saka 1948 digelar di Balekambang pada 14 Maret 2026. Pada bulan Suro ada pula peringatan Suroan di kawasan pura.
Satu hal yang perlu diperhatikan: ombak Balekambang besar khas pantai selatan karena menghadap langsung ke Samudra Hindia. Berenang di area terbuka tidak disarankan. Bermainlah air di tepian yang dangkal dan patuhi rambu serta arahan petugas.
Artikel terkait

Pantai Kondang Merak: Snorkeling dan Lumba-lumba
Pantai Kondang Merak di Bantur punya 5 pulau karang, spot snorkeling, dan lumba-lumba. Ombak tenang aman berenang. Tiket Rp10.000-15.000.

Pantai Nganteb Malang: Surfing, Camping, Rute, dan Tiket
Pantai Nganteb di Gedangan adalah spot surfing utama Malang Selatan: pasir putih 1 km, muara sungai yang tenang, tebing panorama, dan area camping luas.

Pantai Bantol: Surga Lobster di Teluk Tenang Donomulyo
Pantai Bantol di Donomulyo terkenal dengan lobster melimpah, ombak tenang, hutan mangrove, dan gua kapur. Tiket Rp5.000.