ngalam
Cari artikel

Wisata

Pantai Nganteb Malang: Surfing, Camping, Rute, dan Tiket

Pantai Nganteb di Gedangan adalah spot surfing utama Malang Selatan: pasir putih 1 km, muara sungai yang tenang, tebing panorama, dan area camping luas.

Oleh LexDiperbarui ± 4 menit baca

Panorama teluk Pantai Nganteb dari ketinggian dengan ombak putih dan tanjung hijau
Panorama teluk Pantai Nganteb dari ketinggian dengan ombak putih dan tanjung hijau. SIDITA Disbudpar Jawa Timur

Pantai Nganteb adalah pantai pasir putih di Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pantai ini berhimpitan dengan Pantai Wonogoro di sisi baratnya dan berstatus wana wisata yang dikelola Perum Perhutani KPH Malang. Namanya memang kurang sepopuler Balekambang, tapi di kalangan peselancar dan penggemar camping, Nganteb adalah salah satu pantai terbaik di Malang Selatan.

Hamparan Pasir Putih dan Tebing Barat

Garis pantai Nganteb landai dan lebar, hamparan pasir putih halusnya membentang sekitar 1 kilometer. Bibir pantainya berjarak jauh dari area duduk pengunjung sehingga terasa lapang. Area parkirnya rindang, naungan salah satunya dari pohon keben yang berusia lebih dari 50 tahun.

Di ujung barat pantai berdiri tebing karang setinggi kurang lebih 50 meter. Untuk naik ke atasnya, pengunjung melewati Pendopo Gunung Batok lalu menapaki jalan setapak yang agak curam dan licin. Dari atas tebing terbentang panorama seluruh teluk, perahu nelayan, dan garis ombak yang datang bergelombang. Konon, nama Nganteb berasal dari bahasa Jawa yang berarti tinggi atau menjorok, merujuk pada tebing ini. Asal-usul nama ini hanya beredar sebagai cerita, belum ada catatan resmi yang membuktikannya.

Spot Surfing Utama Malang Selatan

Ombak Nganteb besar dan kuat khas pantai selatan, tetapi konsisten, dengan dasar laut berpasir tanpa karang sampai sekitar 200 meter dari bibir pantai. Kombinasi itulah yang menjadikannya spot surfing utama di Malang Selatan. Peselancar asing dari Australia, Inggris, Amerika, dan Selandia Baru rutin datang, terutama pada akhir pekan. Pada 2017 pantai ini pernah menjadi lokasi lomba surfing Malang Beach Festival yang diikuti atlet berbagai negara.

Bagi pemula, ombak di dekat bibir pantai, sekitar 10 meter dari tepian, lebih jinak dan cocok untuk belajar. Perlu dicatat dengan tegas: ombak besar ini pula yang membuat berenang di laut lepas dilarang di pantai ini. Bermain air cukup di bibir pantai dengan hati-hati, dan untuk berenang ada alternatif yang jauh lebih aman di muara sungai.

Muara Sungai di Sisi Timur

Di sisi timur pantai terdapat muara sungai yang cukup luas dan tenang. Perahu nelayan bersandar di sini, dan pengunjung bisa menyewa perahu untuk berkeliling muara. Muara inilah tempat yang disarankan untuk berenang dan bermain air, lebih aman dibanding laut lepas dan kabarnya diawasi penjaga.

Tidak jauh dari pantai ada perkampungan nelayan. Ikan segar seperti tuna, kerapu, kakap merah, sampai lobster bisa dibeli di sini dan dimasak di tempat, salah satu alasan banyak pengunjung betah berlama-lama.

Rute Menuju Pantai Nganteb

Jarak Pantai Nganteb sekitar 72 kilometer dari Kota Malang dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Rutenya mengikuti arah Pantai Balekambang: dari Malang menuju Gadang, Bululawang, Gondanglegi, Bantur, lalu masuk Jalur Lintas Selatan. Di perempatan JLS, belok kanan menuju Pantai Kondang Merak, sedangkan belok kiri menuju Nganteb dan Wonogoro. Posisi Nganteb sekitar 3,5 sampai 4 kilometer di timur Balekambang, setelah Wonogoro.

Dari gapura selamat datang di tepi JLS, masih ada sekitar 4 kilometer jalan tanah berbatu yang menanjak menuju bibir pantai; 200 meter terakhir sudah berpaving. Saat musim hujan jalan ini sering berlumpur, jadi kendaraan dan pengendara perlu ekstra hati-hati.

Tiket dan Fasilitas

Pantai buka 24 jam. Tiket masuk menurut mayoritas sumber terbaru adalah Rp10.000 per orang; anak-anak kabarnya gratis. Tarif parkir beredar dalam dua versi, jadi siapkan sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 untuk motor dan Rp10.000 sampai Rp15.000 untuk mobil. Kamar bilas berbayar sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000.

Fasilitasnya cukup lengkap: warung makan yang menyajikan seafood dan ikan bakar, toilet dan kamar bilas di beberapa titik, mushola sederhana, area parkir luas di bawah pepohonan, serta gazebo dan tempat duduk dari kayu dan bambu. Untuk berkemah, tersedia persewaan tenda sekitar Rp150.000. Ada pula penginapan sekitar 200 meter dari bibir pantai dengan tarif sekitar Rp300.000 per malam berdasarkan data 2024.

Camping, Tradisi, dan Pantai Tetangga

Lahan Nganteb yang landai dan luas menjadikannya pilihan utama untuk berkemah di Malang Selatan. Aktivitas lain yang biasa dilakukan pengunjung adalah memancing, berburu matahari terbit dan terbenam, serta naik ke tebing barat untuk panorama.

Warga setempat memegang tradisi Larung Sesaji setiap 1 Suro dengan tumpeng buah, serta tradisi Seribu Kupat Lepet. Di Gunung Batok terdapat Pendopo Agung Panembahan Pantai Nganteb, petilasan leluhur Desa Tumpakrejo dengan Gua Batok yang didatangi peziarah.

Bila masih punya waktu, di sebelah timur yang hanya dipisahkan tebing karang ada Pantai Ngudel yang lebih sepi dengan pasir yang lebih putih. Keduanya bisa dikunjungi dalam satu perjalanan menyusuri pesisir Gedangan.

Bagikan artikel ini

Artikel terkait