ngalam
Cari artikel

Wisata

Pantai Lenggoksono: Gerbang Banyu Anjlok dan Surfing

Pantai Lenggoksono di Tirtoyudo adalah gerbang menuju Banyu Anjlok, Bolu-Bolu, dan Teluk Kletekan. Ombak 2-3 meter cocok untuk belajar surfing. Tiket Rp10.000.

Oleh LexDiperbarui ± 3 menit baca

Senja dengan langit jingga di atas ombak Pantai Lenggoksono
Senja dengan langit jingga di atas ombak Pantai Lenggoksono. Foto: Pasukancyber, CC BY-SA 4.0

Pantai Lenggoksono adalah gerbang menuju beberapa pantai tersembunyi di pesisir Tirtoyudo. Dari sini, perahu nelayan mengantar pengunjung ke Pantai Banyu Anjlok yang air terjunnya jatuh langsung ke pantai, Pantai Bolu-Bolu, dan Teluk Kletekan yang terkenal untuk snorkeling dan diving. Ombaknya yang setinggi 2 sampai 3 meter juga menjadikan Lenggoksono spot belajar surfing.

Pantai ini berada di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Perlu dicatat, ada dua Desa Purwodadi di Malang Selatan: yang di Tirtoyudo ini satu desa dengan Pantai Wediawu, sedangkan Pantai Kondang Bandung berada di Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo. Jangan tertukar.

Nama Lenggoksono berasal dari kata “lenggok” yang berarti lekukan atau belokan, dan “sono” yaitu pohon sono yang banyak tumbuh di sekitar pantai. Jadi artinya pantai berlekuk-lekuk yang dihiasi pohon sono.

Gerbang Tiga Pantai

Daya tarik utama Lenggoksono adalah posisinya sebagai basecamp. Sewa perahu nelayan sekitar Rp50.000 sampai Rp150.000 per perahu untuk satu destinasi, atau Rp300.000 sampai Rp400.000 untuk paket tiga destinasi sekaligus. Bisa juga gabung kelompok sekitar Rp50.000 per orang.

Tiga destinasi yang bisa dijangkau: Pantai Banyu Anjlok dengan air terjunnya yang jatuh ke bibir pantai, Pantai Bolu-Bolu, dan Teluk Kletekan atau Klentekan untuk snorkeling dan diving. Ketiganya masuk dalam paket Eco Wisata Bowele, singkatan dari Bolu-bolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono.

Perlu diketahui, ombak di bibir Lenggoksono sendiri lumayan keras sehingga pantai ini lebih berfungsi sebagai gerbang. Spot air tenang untuk snorkeling ada di pantai-pantai sekitarnya, bukan di bibir Lenggoksono.

Belajar Surfing

Ombak setinggi 2 sampai 3 meter di Lenggoksono cocok untuk peselancar pemula yang ingin belajar surfing. Tersedia instruktur dan penyewaan papan. Namun tetap waspada: pada Mei 2025 lalu, seorang pemancing meninggal terseret arus saat berenang ke tengah laut. Jangan berenang terlalu jauh ke tengah.

Rute Menuju Pantai Lenggoksono

Jarak Pantai Lenggoksono sekitar 70 sampai 72 kilometer dari Kota Malang dengan waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Rutenya: dari Malang menuju Dampit, lalu Tirtoyudo. Belok kanan di pertigaan Tangsi, Desa Tirtoyudo, dan lanjutkan sekitar 30 kilometer ke Lenggoksono.

Kondisi jalan dari Tangsi ke Lenggoksono beraspal mulus tetapi sangat sempit, berkelok-kelok tajam, dengan tanjakan dan turunan curam serta jurang di kanan kiri. Sekitar 5 kilometer menjelang Desa Purwodadi jalan mulai rusak, sebagian sudah dicor hingga bibir pantai. Sepanjang jalan melewati perkebunan cengkeh, Purwodadi dikenal sebagai sentra produsen cengkih terbesar di Malang Raya. Disarankan memakai mobil dengan ground clearance tinggi atau motor non-matik.

Tiket Masuk dan Fasilitas

Tiket masuk Pantai Lenggoksono sekitar Rp10.000 per orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak. Parkir motor sekitar Rp5.000 dan parkir mobil sekitar Rp10.000. Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Pantai buka 24 jam setiap hari.

Fasilitasnya cukup lengkap: area parkir, toilet dan kamar bilas, warung makan dan penjual keliling, mushola, penyewaan alat snorkeling dan pelampung, penyewaan perahu, homestay atau penginapan, camping ground, pasar ikan, penyewaan papan surfing, dan pusat informasi.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Selain surfing dan naik perahu ke tiga pantai sekitar, pengunjung bisa memancing, berkemah, berburu kuliner seafood, dan menikmati sunset. Pantai ini mulai dikenal traveler pada awal 2000-an dan populer via media sosial pada 2010-an. Sebelum itu kawasan ini masih alami dan belum banyak terjamah, menjadi sumber penghidupan nelayan setempat. Listrik bahkan baru masuk ke desa sekitar tahun 2015.

Bagikan artikel ini

Artikel terkait