Sejarah Gereja Katedral Ijen Malang: Jadwal Misa & Lokasi
Sejarah Katedral Ijen Malang: dari Gereja Santa Theresia 1934 hingga menjadi katedral Keuskupan Malang. Lengkap dengan jadwal misa terbaru, alamat, dan rute.

Di ujung Jalan Besar Ijen yang teduh oleh deretan palem raja, berdiri sebuah gereja putih yang tak pernah sepi dari lensa kamera. Inilah Katedral Ijen, pusat Keuskupan Malang dan salah satu bangunan kolonial paling terawat di kota ini. Namanya resmi Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, tetapi warga Malang lebih akrab menyebutnya Katedral Ijen atau Gereja Ijen.
Berbeda dengan Gereja Kayutangan yang bergaya Neo-Gotik, katedral ini tampil dengan gaya Art Deco yang tegas dan modern untuk ukuran zamannya. Artikel ini merangkum sejarah lengkapnya, plus informasi praktis: jadwal misa terbaru, alamat, rute, dan tips berkunjung.
Sekilas Katedral Ijen
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama resmi | Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (SPMGK) |
| Nama populer | Katedral Ijen / Gereja Ijen |
| Nama awal | Gereja Santa Theresia (1934-1961) |
| Alamat | Jl. Buring No. 60, Oro-oro Dowo, Klojen, Malang 65119 |
| Gaya arsitektur | Art Deco / Amsterdam School |
| Diberkati | 28 Oktober 1934 |
| Status | Katedral Keuskupan Malang (sejak 1961), paroki aktif |
| Situs resmi | parokiijenmalang.my.id |
Sejarah Berdirinya Katedral Ijen

Gagasan Mgr. Clemens van der Pas
Awal abad ke-20, umat Katolik Malang bertumbuh pesat. Gereja Hati Kudus Yesus di Kayutangan yang diberkati tahun 1906 mulai tak lagi mencukupi, dan sebuah Gereja Jawa sempat dibangun di Jalan Semeru untuk menampung umat pribumi. Di tengah situasi itulah Mgr. Clemens van der Pas, O.Carm., mengungkapkan keinginannya membangun sebuah gereja katedral di kawasan Ijen, tepatnya di area yang dulu dikenal sebagai Buring Plein atau Taman Buring.
Gagasan itu dieksekusi dengan cepat. Peletakan batu pertama dilakukan pada 11 Februari 1934, dan hanya delapan bulan kemudian gereja sudah siap diberkati.
Peresmian 28 Oktober 1934
Pada 28 Oktober 1934, gereja diberkati dan diresmikan dengan nama Gereja Santa Theresia. Ironisnya, Mgr. Clemens van der Pas yang menggagas pembangunan ini sudah wafat sebelum peresmian, sehingga tugasnya dilanjutkan oleh Romo Linus Hecnken, O.Carm. Sejak diresmikan, lahir pula Paroki Katedral dengan romo paroki pertama Romo Dominicus Blommesath, O.Carm.
Dari Santa Theresia menjadi katedral Keuskupan Malang
Titik balik berikutnya datang pada tahun 1961. Vikariat Apostolik Malang ditingkatkan statusnya menjadi Keuskupan, dan Gereja Santa Theresia resmi dijadikan gereja katedral dengan nama pelindung baru: Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Sejak itulah takhta uskup pindah dari Kayutangan ke Ijen, dan tidak pernah kembali.
Paroki ini terus bertumbuh. Pada 28 Oktober 2023 dirayakan HUT ke-89 paroki, dan pada 9 November 2025 perayaan HUT ke-91 digelar dengan misa syukur. Kini Paroki SPMGK menaungi 32 lingkungan dalam koordinasi 12 wilayah, sebuah komunitas yang hidup dan aktif.
Arsitektur Art Deco Katedral Ijen

Katedral Ijen dirancang oleh R. Rijksen dan Henri Louis Joseph Marie Estourgie, dua arsitek Belanda dari Biro Arsitek Eduard Cuypers. Biro ini dikenal sebagai tempat berkembangnya bakat-bakat muda arsitektur Belanda aliran Amsterdam School. Pembangunan fisiknya dikerjakan oleh NV Bouwundig Bureau Sitzen en Louzada.
Gaya bangunannya adalah Art Deco dengan sentuhan Romanesque dan Gotik. Berbeda dengan gereja-gereja Neo-Gotik yang ramping menjulang, Katedral Ijen tampil tegas dan simetris. Denahnya mengikuti hierarki salib dengan aksis horizontal yang diakhiri lengkungan sebagai area altar. Fasad putihnya yang bersih, jendela kaca patri yang tinggi, dan langit-langit melengkung di interior menjadi ciri yang langsung dikenali.
Bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Malang, dan hingga kini terawat sangat baik. Interiornya bahkan sudah dilengkapi penyejuk udara tanpa merusak keaslian arsitekturnya.
Jadwal Misa Katedral Ijen Terbaru
Berikut jadwal resmi Paroki SPMGK (sumber: parokiijenmalang.my.id, diverifikasi Oktober 2026):
| Jenis misa | Jadwal |
|---|---|
| Misa harian | Setiap hari 05.30 |
| Misa mingguan | Sabtu 16.30, 18.30; Minggu 05.30, 07.30, 16.30, 18.30 |
Kapel-kapel di bawah paroki ini juga melayani misa: Kapel Novisiat SPM dan Kapel Sang Timur setiap hari pukul 05.30, Kapel Sengkaling Sabtu 17.00, serta Kapel Landungsari Sabtu 18.00.
Lokasi dan Rute ke Katedral Ijen
Alamat: Jl. Buring No. 60, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang 65119.
Gereja ini berada di sudut pertemuan Jalan Guntur, Jalan Buring, dan Jalan Besar Ijen, tepat di kawasan Ijen Boulevard yang legendaris dengan deretan pohon palem rajanya. Posisinya sangat strategis:
- Angkot: trayek yang melintasi Jalan Besar Ijen atau kawasan Klojen, turun di sekitar perempatan Ijen-Buring.
- Kendaraan pribadi: dari Alun-alun Tugu, ikuti Jalan Besar Ijen ke arah barat sekitar 10 menit.
- Parkir: area parkir gereja tersedia, tetapi datang lebih awal saat misa Minggu karena jemaat bisa mencapai 700-800 orang per misa.
Tips Berkunjung ke Katedral Ijen
- Gabungkan dengan jalan santai Ijen Boulevard. Kawasan ini adalah salah satu area heritage paling fotogenik di Malang, penuh vila-vila kolonial dan palem raja yang rindang.
- Datang pagi untuk foto terbaik. Cahaya pagi membuat fasad putih gereja tampak bersinar, dan lalu lintas di depannya masih lengang.
- Spot foto pre-wedding favorit. Keindahan arsitekturnya membuat katedral ini langganan sesi foto pre-wedding dan pengambilan video. Jika ingin foto tanpa keramaian, hindari akhir pekan.
- Hormati sebagai tempat ibadah aktif. Di luar jam misa, bersikaplah tenang. Hindari berfoto saat ibadat berlangsung.
- Bandingkan dengan Gereja Kayutangan. Untuk melengkapi wisata sejarah gereja di Malang, kunjungi juga Gereja Kayutangan, gereja tertua di kota ini yang sempat menjadi katedral sebelum takhtanya pindah ke Ijen.
Pertanyaan Seputar Katedral Ijen
Apa nama resmi Katedral Ijen?
Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (SPMGK), Keuskupan Malang. Sebelum tahun 1961 bernama Gereja Santa Theresia.
Kapan Katedral Ijen dibangun?
Peletakan batu pertama 11 Februari 1934, diberkati 28 Oktober 1934. Menjadi katedral resmi pada tahun 1961.
Apa bedanya Katedral Ijen dengan Gereja Kayutangan?
Katedral Ijen (1934) adalah katedral Keuskupan Malang saat ini dengan gaya Art Deco. Gereja Kayutangan (1905) adalah gereja Katolik tertua di Malang bergaya Neo-Gotik dan sempat menjadi katedral sebelum tahun 1961.
Apakah non-Katolik boleh masuk?
Boleh, selama bersikap sopan dan menghormati tempat ibadah. Area publik dapat dikunjungi di luar jam misa.
Apakah boleh berfoto di dalam gereja?
Dokumentasi pribadi umumnya diperbolehkan di luar waktu ibadat. Hindari flash dan jaga ketenangan.
Artikel terkait

Sejarah Gereja Kayutangan Malang: Jadwal Misa & Lokasi
Sejarah Gereja Kayutangan Malang: gereja Neo-Gotik tertua sejak 1897. Lengkap dengan jadwal misa terbaru, alamat, rute, dan tips berkunjung.

Sejarah Gedung SMA Tugu Malang: Sekolah Kolonial 1931
Sejarah Gedung SMA Tugu Malang: kompleks sekolah kolonial 1931 karya Ir. W. Lemei, dari HBS/AMS Belanda hingga SMA Negeri 1, 3, 4.

Prasasti Dinoyo: Bukti Tertua Kerajaan Kanjuruhan 760 M
Prasasti Dinoyo berangka tahun 682 Saka (760 M) adalah bukti tertulis tertua Kerajaan Kanjuruhan dan dasar Hari Jadi Kabupaten Malang.