ngalam
Cari artikel

Wisata

Pantai Ngliyep Malang: Rute, Harga Tiket, dan Sunset Terbaik

Pantai Ngliyep Malang: pantai pasir putih di Donomulyo dengan sunset terbaik, karang bolong ikonik, dan area camping luas. Info rute, tiket, dan fasilitas.

Oleh LexDiperbarui ± 4 menit baca

Panorama Pantai Ngliyep Malang dengan pasir putih, air laut biru, dan bukit hijau
Panorama Pantai Ngliyep Malang dengan pasir putih, air laut biru, dan bukit hijau. Foto: Panoramio / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Pantai Ngliyep adalah salah satu pantai paling populer di Malang Selatan. Hamparan pasir putihnya luas, sekitar 10 hektar, sehingga pantai ini tetap terasa lengang meski banyak pengunjung. Ombaknya besar khas pantai selatan, tapi pecah di karang sebelum mencapai bibir pantai. Dan saat sore tiba, Ngliyep menyuguhkan salah satu sunset terbaik di pesisir Malang.

Daya Tarik Pantai Ngliyep

Sunset yang fotogenik

Daya tarik utama Pantai Ngliyep adalah matahari terbenamnya. Langit sore di sini dramatis, dengan siluet karang dan pohon kelapa sebagai latar. Banyak spot foto sengaja dibangun menghadap ke barat: ayunan kayu, gubuk selfie, dan panggung bambu. Datanglah sebelum pukul 16.00 agar dapat tempat terbaik.

Karang bolong yang ikonik

Karang bolong, batu karang berlubang alami dengan air jernih di Pantai Ngliyep
Karang bolong di Pantai Ngliyep. Foto: Lutfi adn, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Di antara gugusan batu karang ada formasi unik bernama karang bolong, batu karang berlubang alami yang terbentuk dari kikisan ombak selama ratusan tahun. Air di sekitarnya jernih kebiruan dan tenang, kontras dengan debur ombak di sisi luar karang. Formasi ini menjadi salah satu spot foto favorit pengunjung.

Pasir putih yang luas

Sebagian besar garis Pantai Ngliyep berupa hamparan pasir putih yang luas dan landai. Area yang luas ini membuat pantai cocok untuk liburan keluarga: anak-anak bisa bermain pasir dengan leluasa sementara orang tua bersantai di gazebo. Pantainya juga rindang dengan banyak pepohonan.

Gunung Kombang dan tradisi larungan

Di kawasan pantai ada Gunung Kombang, bukit kecil dengan pura tempat masyarakat sekitar mempraktekkan pemujaan. Setiap waktu tertentu digelar tradisi larungan, ritual melarung sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur. Tradisi ini menambah nilai budaya Pantai Ngliyep dibanding pantai-pantai tetangganya.

Asal Usul Nama Ngliyep

Nama Ngliyep berasal dari kata liyep dalam bahasa Jawa yang berarti mengantuk. Konon, angin sepoi-sepoi yang berhembus di pantai ini begitu menenangkan sampai membuat pengunjung merasa kantuk. Orang Jawa bilang “aku liyep”, artinya saya mengantuk karena menikmati hembusan angin di pantai. Dari situlah nama Pantai Ngliyep berasal.

Sejarah Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep punya sejarah panjang. Konon pantai ini ditemukan pertama kali oleh Mbah Atun, perantau asal Yogyakarta, pada tahun 1919, lalu dibuka secara resmi sebagai tempat wisata pada tahun 1951. Pada era 1980-an, Ngliyep merupakan daerah tujuan wisata favorit di Jawa Timur. Bahkan sebelum Pantai Balekambang dan Pantai Sendangbiru dikenal wisatawan, pantai ini jauh lebih dulu dikenal.

Tradisi Labuhan Setiap 14 Maulud

Setiap tanggal 14 bulan Maulud (Rabiulawal), Pantai Ngliyep menggelar upacara labuhan, tradisi turun-temurun sejak era Mbah Atun yang kini sudah memasuki tahun ke-117. Dalam upacara ini masyarakat melarung sesaji ke tengah laut sebagai rasa syukur atas rezeki sekaligus memohon keselamatan, terutama bagi para nelayan. Sesaji berupa kepala kambing atau kerbau dilarung dari atas tebing Gunung Kombang, diiringi arak-arakan warga berpakaian adat Jawa dan kesenian Jaranan sepanjang sekitar 300 meter dari bibir pantai. Siapa pun boleh ikut menyaksikan.

Lokasi dan Rute Menuju Pantai Ngliyep

Alamat: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65167.

Jarak dari Kota Malang sekitar 62 sampai 70 km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

Rute dari Kota Malang:

  1. Dari Kota Malang, ambil arah ke Karang Kates atau Kepanjen
  2. Ikuti jalan besar lurus menuju Pagak
  3. Dari Pagak, ambil jalan ke arah Donomulyo
  4. Ikuti papan penunjuk jalan menuju Pantai Ngliyep

Jalan menuju pantai sebagian besar sudah baik, meski ada ruas terakhir yang sempat rusak dan kini sudah diperbaiki sebagian. Dari tempat parkir ke bibir pantai jaraknya dekat, jadi cocok untuk semua usia.

Harga Tiket Masuk Pantai Ngliyep

Harga tiket masuk Pantai Ngliyep adalah Rp15.000 per orang menurut sebagian besar sumber terbaru. Parkir motor sekitar Rp5.000 dan parkir mobil sekitar Rp10.000. Tersedia juga sewa tenda untuk camping sekitar Rp100.000 per malam. Harga bisa berubah mengikuti kebijakan pengelola setempat.

Fasilitas di Pantai Ngliyep

Fasilitas di Pantai Ngliyep termasuk lengkap untuk ukuran pantai selatan. Tersedia area parkir luas yang sebagian sudah dipaving block, toilet dan kamar mandi untuk bilas, musala, gazebo untuk beristirahat, dan deretan warung yang buka sampai malam dengan menu seafood seperti ikan bakar. Ada juga penyewaan tikar, penyewaan tenda lengkap, dan penginapan di dekat pantai dengan tarif sekitar Rp150.000 sampai Rp250.000 per malam.

Jam Buka dan Waktu Terbaik Berkunjung

Pantai Ngliyep buka 24 jam setiap hari. Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 15.00 sampai 18.00. Di jam-jam ini pengunjung belum terlalu ramai dan langitnya paling indah. Pantai ini juga populer untuk camping, banyak pengunjung mendirikan tenda dan menginap untuk menikmati sunrise keesokan paginya.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Menikmati sunset dari ayunan, gubuk selfie, atau panggung bambu
  • Berfoto di karang bolong dan gugusan batu karang
  • Bermain pasir dan air di bibir pantai yang landai
  • Camping dengan tenda sendiri atau sewa di lokasi
  • Kuliner seafood di warung-warung tepi pantai
  • Memancing dan meminta hasil tangkapan dimasakkan penjual

Tips Berkunjung ke Pantai Ngliyep

  1. Datang sebelum pukul 16.00 untuk mendapatkan spot sunset terbaik
  2. Bawa perlengkapan camping sendiri karena sewa tenda di lokasi cukup mahal
  3. Siapkan uang tunai untuk tiket, parkir, dan kuliner
  4. Jaga kebersihan, bawa kembali sampahmu
  5. Hormati kawasan pura di Gunung Kombang

Terakhir diperbarui: Oktober 2026.

Bagikan artikel ini

Artikel terkait