Pantai Jonggring Saloka: Watu Ngebros yang Menyembur
Pantai Jonggring Saloka di Donomulyo punya fenomena langka Watu Ngebros: semburan air dari batu karang setinggi 10 meter. Tiket gratis.

Pantai Jonggring Saloka menyimpan fenomena alam yang diklaim langka: Watu Ngebros, semburan air dari batu karang yang melesat lebih dari 10 meter ke udara. Pantai di pesisir selatan Malang ini pernah berjaya sebagai destinasi wisata pada tahun 1990-an, dan kini dikenal sebagai pantai yang sepi dan terpencil.
Pantai ini berada di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Nama Jonggring Saloka diambil dari cerita pewayangan, nama kahyangan tempat kediaman Batara Narada. Nama yang sama juga disematkan pada salah satu kawah di Gunung Semeru.
Watu Ngebros: Semburan Air dari Batu Karang
Daya tarik utama pantai ini adalah Watu Ngebros. Dari sebuah batu karang besar yang menjulang di bibir pantai, keluar semburan air ke udara akibat pertemuan dua arus gelombang besar dari arah selatan dan utara yang bertabrakan di satu titik di dalam rongga batu karang yang mirip gorong-gorong raksasa.
Semburannya menimbulkan suara gemuruh yang keras. Pada masa kejayaannya, saat gelombang besar suara itu terdengar hingga radius 7 kilometer ke arah barat, sampai kawasan Kalitekuk di Desa Sumberoto. Saat terkena sinar matahari, pecahan air kadang memunculkan pelangi, meski tidak setiap hari karena tergantung besar ombak dan arah matahari.
Sayangnya kondisi Watu Ngebros kini tidak sebagus dulu. Rongga batu karang membesar akibat hantaman ombak selama bertahun-tahun sehingga suara gemuruhnya tak lagi melengking seperti dahulu.
Selain Watu Ngebros, ada Coban Belut, lubang karang tempat ombak terhisap lalu memuntahkan air ke atas berbentuk seperti payung raksasa saat air surut. Fenomena ini hanya terlihat dari ketinggian. Ada juga Gua Sengik yang terletak di kiri pintu loket masuk, dan Pantai Nglurung tempat nelayan setempat mencari hasil laut.
Akses Ekstrem Menuju Pantai
Jarak Pantai Jonggring Saloka sekitar 63 sampai 69 kilometer dari Kota Malang dengan waktu tempuh 2 sampai 4 jam. Rutenya melalui Kecamatan Sumberpucung, lalu Donomulyo, kemudian Desa Mentaraman, dan dilanjutkan jalan makadam.
Inilah bagian tersulitnya: sekitar 11 kilometer jalan terjal, berbatu, dan berkelok menuju pantai. Jalan sangat licin saat hujan. Kendaraan harus dalam kondisi prima, dan bahan bakar harus penuh karena sekitar 8 kilometer tidak ada rumah penduduk, hanya pepohonan. Pantai ini juga belum terhubung Jalur Lintas Selatan.
Karena aksesnya sulit, pantai ini sepi pengunjung. Di sekitar pantai hanya ada 1 sampai 2 rumah, perkampungan terdekat berjarak sekitar 3 kilometer. Pengunjung disarankan membawa bekal makanan dan obat-obatan sendiri.
Tiket Gratis dan Fasilitas
Kabar baiknya, tiket masuk Pantai Jonggring Saloka gratis. Gardu tiketnya terbengkalai dan pintu gerbang tidak dijaga. Pengunjung hanya membayar parkir: sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Fasilitas yang tersedia antara lain musala, area parkir yang luas, toilet umum, dan warung makan. Meski begitu, nuansanya tetap sederhana dan terbatas. Jangan berharap banyak pilihan kuliner seperti di pantai-pantai ramai.
Ritual Suroan dan Aktivitas
Warga setempat rutin datang ke pantai ini untuk ritual Suroan: mencuci pusaka dan memberi sesaji kepada Nyi Roro Kidul, ratu laut selatan. Tradisi ini menambah sisi mistis pantai yang memang sudah kental dengan nuansa pewayangan dari namanya.
Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain mengamati Watu Ngebros (terbaik saat air laut pasang), berfoto, menikmati sunrise dan sunset, serta berkemah. Berenang sangat tidak disarankan karena ombak besar dan arusnya berbahaya. Pantai ini juga kurang cocok untuk anak kecil, lansia, dan penyandang disabilitas karena medannya menantang.
Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau antara Mei sampai September. Datanglah pagi hari untuk sunrise atau sore hari untuk sunset yang dramatis di atas batu karang.
Artikel terkait

Pantai Bantol: Surga Lobster di Teluk Tenang Donomulyo
Pantai Bantol di Donomulyo terkenal dengan lobster melimpah, ombak tenang, hutan mangrove, dan gua kapur. Tiket Rp5.000.

Pantai Mrutu: Pantai Mungil Berombak Tenang di Donomulyo
Pantai Mrutu di Donomulyo adalah pantai mungil 200 meter berombak tenang dengan pasir putih bersih. Nama dari hewan mrutu. Tiket Rp5.000.

Pantai Goa China: Goa Biksu dan Tiga Arus Bertabrakan
Pantai Goa China di Sumbermanjing Wetan punya goa pertapaan biksu Tionghoa, tiga pulau karang, dan fenomena tiga arus bertabrakan. Tiket Rp5.000-15.000.